48353373-ericsson-headquarters-sweden-gettyp.1910x1000Dikutip dari Jakarta, CNN Indonesia — Ericsson mengaku punya alat dan teknologi yang mirip dengan balon Internet Google, dan juga sudah diuji coba di Indonesia.

Alat dan teknologi tersebut masuk dalam proyek pintar yang disebut Ericsson Zero Site, dan bukan berbentuk balon seperti Google. Presiden Direktur Ericsson Indonesia Thomas Jul proyek ini sudah sampai tahap uji coba di Indonesia.

Zero Site sendiri merupakan model solusi bandwidth dari Ericsson yang menumpang di BTS operator yang sudah ada.

Menggunakan sinar LED, Zero Site ditujukan untuk daerah pelosok yang masih minim listrik, bahkan katanya proyek Zero Site dirancang mampu beroperasi tanpa daya listrik. Seperti halnya Google dengan balonnya, Ericsson mengaku juga bekerjasama dengan operator yang enggan ia sebutkan namanya. Zero Site melakukan uji coba di frekuensi seluler 900 MHz.

“Sejauh ini mereka masih dalam tahap kerjasama uji coba. Yang namanya teknologi baru, trial itu penting sifatnya,” kata Thomas.

Project Loon dari Google yang tak lama lagi akan diuji coba di Indonesia bersama tiga operator besar, Indosat, XL Axiata, dan Telkomsel memang menjadi sorotan industri telekomunikasi.

Ericsson sebagai perusahaan infrastuktur jaringan kini melihat Google sebagai salah satu pesaing mereka. Mereka mengaku akan terus memantau sepak terjang balon penyebar Internet itu di Indonesia nanti.

“Kami akan terus ikuti perkembangannya saja, selebihnya kami tak bisa memberi tanggapan lain mengingat Google merupakan kompetitor kami,” jelas Thomas.