eedd82f5-cef2-4e94-a9fb-9ab8cf86bb11_169Dikutip DARI Jakarta, CNN Indonesia — Misi sosial atau murni bisnis, niat Google mengembangkan Project Loon agar balon internet ini bisa menjangkau wilayah yang sulit ditembus. Tujuan mulia ini tak selalu mendapat respon bagus, seperti kritikan yang dilontarkan oleh pendiri Microsoft Bill Gates.

Inisiatif Project Loon Google yang ingin memberikan akses intenet ke wilayah yang susah ditembus dan negara berkembang dari jaringan balon yang terbang di lapisan stratosfer tak membuat Gates tertarik.

“Ketika Anda sedang sekarat karena malaria, dan kemudian melihat ke atas dan melihat balon itu, saya yakin itu tidak akan membantu Anda. Ketika anak-anak menderita diare, tidak ada situs yang bisa menguranginya,” katanya dalam sebuah kesempatan wawancara dengan Business Week.

Namun bukan berarti Gates tidak percaya bahwa menghubungkan semua orang dengan internet akan membawa perubahan positif, dia yakin akan keniscayaan tersebut.

“Tentu saja aku sangat percaya dalam revolusi digital, seperti menghubungkan pusat kesehatan, sekolah itu hal yang baik. Tapi tidak bagi negara yang berpenghasilan renda, kecuali jika Anda langsung mengatakan kepada kami soal malaria,” sebut pria paling kaya di kolong jagat itu.

Gates yang memang dikenal sebagai philantropis mempertanyakan komitmen Google untuk proyek-proyek di negara berkembang melalui Google.org.

“Google mengatakan akan melakukan sesuatu yang luas. Mereka menyewa Larry Brilliant (Doktor dan ahli filantropi) dan mereka mendapat publisitas yang fantastis. Dan kemudian mereka menutup semuanya,” kritik Gates.

Di Indonesia, Project Loon mendapat ruang. Tiga operator seluler lokal sepakat untuk menyisihkan spekturm mereka di frekuensi 900 MHz untuk dijajal balon internet Google.

Dalam postingannya, Google menyediakan itu semua agar bisa membantu operator lokal untk memperluar jaringan ke area yang bahkan sangat terpencil.

“Kami harap proyek ini bisa membantu operator lokal untuk memperluas jangkauan jaringan mereka yang sudah ada dan koneksi Internet yang bisa betul-betul mencapai area terpencil,” tulis Vice President Project Loon Google, Mike Cassidy.

Nusantara terdiri dari 17 ribu pulau dan bisa dikatakan hanya satu dari tiga orang di Indonesia yang sudah terhubung dengan Internet. Itupun belum tentu koneksinya bagus atau lambat.