22235904k1780x390Jakarta, CNN Indonesia Berbicara soal perangkat televisi, konsumen pada umumnya menilai produk dari sisi kualitas gambar yang dihasilkan. Kemudian teknologi layar 4K lahir dan dipercaya membawa tren baru yang meningkatkan pengalaman konsumen.

General Manager Divisi Product Planning Sharp Indonesia, Anita Pisceria menyatakan, di samping banyak konsumen Indonesia yang masih lebih menyukai TV untuk menonton siaran, mereka diyakini punya keinginan untuk mencicip teknologi baru demi menunjang kualitas gambar yang dihasilkan.

“Kami memprediksi tren layar 4K akan menunjukan pertumbuhan di kisaran 20 sampai 30 persen,” kata Anita di sela acara peluncuran TV pintar Sharp di Jakarta, Rabu (9/9).

Sementara Ardy selaku Senior Manager Product Planning Division Sharp Indonesia mengungkap hal serupa, bahwa ledakan tren layar 4K dinilainya sangat masif.

“4K akan lebih bertahan lama dibanding layar 3D. 4K itu sangat rinci dan tegas. Kalau 3D terbilang repot, karena untuk bisa menikmatinya, ia perlu alat bantu,” kata Ardy kepada CNN Indonesia.

Teknologi 3D yang dibenamkan di layar TV memang memerlukan alat bantu seperti kacamata, sehingga jika tak ada ‘bantuan’ itu menurut Ardy, efek 3D tak bisa dirasakan oleh pengguna.

Ardy meyakini, konsumen akan lebih memilih produk yang lebih sederhana dalam artian, ia tak perlu repot memperoleh alat bantu tambahan untuk bisa menikmati kualitas gambar mumpuni.

Ardy juga menambahkan, butuh waktu sekitar satu tahun bagi perusahaan untuk bisa mewujudkan rencana membuat televisi pintar layar 4K dengan sistem operasi Android.

Sharp memang baru meluncurkan lima produk TV layar 4K hari ini, Rabu (9/9) di Jakarta.

Aquos 4K Android TV dirilis dalam tiga jenis ukuran, yaitu 50 inci, 58 inci, dan 65 inci. Secara berurutan, masing-masing dibanderol Rp 18 juta, Rp 29,9 juta, dan Rp 38,9 juta.

Sementara TV 4K dengan layar Ultra High Definition (UHD) yang tak dilengkapi sistem operasi Android ini tersedia dalam dua ukuran, yakni 40 inci yang harganya Rp 9,9 juta dan 50 inci dengan banderol Rp 15,9 juta.