4glte_logos-100341987-origDikutip dari Jakarta, CNN Indonesia — Empat operator seluler Indonesia yang berlisensi GSM resmi mengkomersialkan layanan 4G LTE memanfaatkan spektrum 1.800 MHz. Banyak pihak menilai pemanfaatan spektrum tersebut ideal dan akan memberikan akses Internet lebih cepat dibandingkan 4G LTE yang memanfaatkan 900 MHz.

Secara umum 1.800 MHz diakui sebagai spektrum paling populer di kalangan operator telekomunikasi dunia yang menyelenggarakan 4G LTE. Di Indonesia sendiri, ada empat operator seluler yang memiliki sumber daya di sana yaitu Telkomsel, Indosat, XL Axiata, dan Tri.

Muhammad Budi Setiawan, Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika, Kementerian Komunikasi dan Informatika, sempat mengatakan kepada CNN Indonesia bahwa spektrum ini paling banyak didukung oleh produsen ponsel pintar. “Banyak sekali smartphone yang mendukung frekuensi ini dibandingkan frekuensi,” ujar Budi.

Berkaca dari ekosistem global ini, banyak produsen ponsel pintar dari yang menyediakan harga murah hingga premium, membekali antena pada ponsel pintarnya agar mendukung 1.800 MHz.

Sementara 900 MHz bisa disebut bukan spektrum populer untuk menggelar 4G LTE. Hal ini bisa dilihat dari ketersediaan ponsel pintar yang mendukung spektrum tersebut. Ponsel kelas menengah Xiaomi Mi 4i, misalnya, tercatat hanya bisa menjalankan 4G LTE di 1.800 MHz dan tidak mendukung 900 MHz. Beberapa ponsel yang populer di pasar Indonesia juga menerapkan dukungan serupa.

Asas keadilan juga diterapkan dalam memanfaatkan 1.800 MHz untuk 4G LTE. Pemerintah ingin memberi kesempatan kepada Tri untuk menyelenggarakan 4G LTE karena operator asal Hong Kong tersebut tak punya sumber daya di 900 MHz.

“Kasihan juga Tri tidak punya frekuensi di 900 MHz. Oleh karena itu kita maksimalkan 1.800 MHz untuk LTE,” kata Budi.

Hal lain yang membuat 1.800 MHz istimewa, adalah karena operator seluler di Indonesia memiliki sumber daya frekuensi yang besar di spektrum tersebut. Tercatat  XL dan Telkomsel masing-masing mempunyai sumber daya seluas 22,5 MHz, Indosat 20 MHz, sedangkan Tri yang paling kecil, 10 MHz.

Pengamat telematika Teguh Prasetya mengatakan, sebagian besar sumber daya itu akan digunakan operator seluler Indonesia untuk menyelenggarakan 4G LTE yang aksesnya bisa menembus 100 Mbps. “Sebagian kecil lagi dipakai untuk jaringan 2G,” ujar Teguh saat dihubungi CNN Indonesia.

Sumber daya yang dimiliki operator ini sangat besar jika dibandingkan dengan 900 MHz yang sejak Desember 2014 lalu digunakan untuk mengkomersialkan 4G LTE. Diketahui XL dan Telkomsel masing-masing memiliki frekuensi seluas 7,5 MHz, Indosat memiliki 10 MHz, sementara Tri tidak punya sumber daya frekuensi di sana.

Teguh mengatakan langkah pemerintah memanfaatkan 1.800 MHz untuk jaringan Internet mobile kecepatan tinggi generasi keempat sudah tepat. Keberadaan perangkat yang banyak di pasar akan membuat “pelanggan mudah untuk mendapatkan perangkatnya sehingga memicu harga lebih murah.”

Pada 6 Juni 2015, empat operator seluler itu untuk pertama kalinya resmi mengkomersialkan 4G LTE pada 1.800 MHz dan memilih kota-kota di luar Pulau Jawa. Telkomsel memilih kota Makassar, Indosat di Balikpapan, XL Axiata di Lombok, dan Tri menempatkan Banjarmasin.