Pada artikel ini akan kami ulas bagaimana cara menggunakan Aplikasi yang disediakan oleh Mikrotik.com untuk menghitung signal dari kemampuan wireless yang kita gunakan berdasarkan spesifikasinya. Selain itu juga akan kami bahas aplikasi untuk memperhitungkan ketinggan tower yang kita butuhkan jika akan membangun link wireless.

Aplikasi pertama, Link Posibility Calculator, anda bisa membuka halaman berikut http://www.mikrotik.co.id/test_link.php

Sebelum kita mulai menggunakan aplikasi ini, tentunya kita sudah tahu atau minimal punya harapan berapa jarak antar perangkat wireless yang akan kita bangun, dan seberapa besar trafik data yang akan kita lewatkan dalam link wireless kita.

Tetapi sudahkah anda pernah membaca datasheet dari sebuah perangkat wireless? Jika belum, sudah saatnya anda membiasakan diri untuk membaca datasheet, kenapa hal ini penting, karena dari datasheet tersebut kita bisa mengetahui secara detail spesifikasi / kemampuan dari wireless card yang akan kita gunakan.

Untuk perangkat wireless Mikrotik, anda bisa mendownload pdf datasheetnya di halaman http://www.routerboard.com

Mari kita coba hitung untuk contoh kasus :

Akan dibentuk link wireless untuk Kecamatan/Kabupaten-Net sejauh 3km, dengan throughput semaximal mungkin yaitu 54Mbps halfduplex menggunakan perangkat minipci R52 dan antenna Omni 15db disisi AP. Untuk sisi client kita umpamakan menggunakan perangkat minipci R52 juga dengan antenna grid 15db. Kabel jumper yang digunakan penghubung wireless card dengan antenna menggunakan kabel LMR400 sepanjang 1M . Link wireless ini akan kita bangun dengan frekuensi 2,4GHz atau 802.11b/g.

Dari datasheet R52 bisa kita lihat bahwa untuk datarate 54Mbps, maka tx-power yang digunakan card R52 sebesar 15dBm dengan minimal signal yang harus kita dapatkan (rx-sensitivity) sebesar -73dBm.

datasheet R52

Tinggal kita masukkan nilai-nilai tersebut didalam aplikasi, dan dihitung :

Ternyata signal yang kita dapatkan -66. Di aplikasi tersebut dikatakan Unreliable. Artinya meskipun bisa terkoneksi tetapi terlalu mendekati nilai batas bawah rx-sensitivity. Kita perlu mengantisipasi apabila terjadi gangguan yang menyebabkan signal menurun sedikit saja, koneksi bisa terputus. Amannya kita harus bisa mendapatkan 10 – 20db diatas rx-sensitivity.

Dalam contoh kasus diatas, biasanya solusi orang adalah mengganti perangkat minipci dengan tx-power yang lebih besar, karena dengan acuan semakin besar tx-power, maka semakin jauh coverage sinyal wireless. Mari kita rekondisi kasus diatas, untuk sisi AP kita ganti menggunakan card R2SHPN.

datasheet R2SHPN

Dari datasheet kita bisa tahu, untuk througput 54mbps, akan menggunakan tx-power 29dBm (2x lebih besar dari R52) dan rx-sensitivitynya -77

Kita hitung ulang,

calc2

Ternyata hasilnya tetap “Unreliable”. Anda lihat perbedaan signal yang diterima di kedua sisi.

Apakah salah teori semakin besar tx-powernya semakin jauh jangkauan signal wireless kita? Teori tersebut benar, tetapi anda harus ingat bahwa komunikasi wireless itu dilakukan 2 arah. Dengan mengganti tx-power yang semakin besar disisi AP, hanya memperbaiki signal dari AP ke sisi station. Tetapi signal dari sisi stasion ke AP tetaplah lemah.

Bagaimana kalau kita kembalikan ke kasus pertama, disisi AP tetap menggunakan R52, tetapi kita rubah dari sisi penggunaan antenna. Kita rubah menggunakan antenna
flat panel sebesar 20db.

Jika dihitung ulang hasilnya menjadi :

Reliable.. Anda perhatikan perubahan signal di kedua sisi bagaimana?

Antenna merupakan penguat dari signal wireless anda baik pada saat wireless card anda memancarkan signal ataupun menerima signal dari lawan.

Jadi sebenarnya, dari hasil perhitungan diatas, langkah yang paling bijak apabila anda mengalami kendala signal yang kecil adalah mengganti salah salah satu sisi antenna terlebih dahulu daripada anda membuang-buang waktu dan biaya untuk mengganti wireless card yang memiliki power besar.

Kita lanjutkan untuk aplikasi kedua, aplikasi untuk Perhitungan Ketinggian Antenna, untuk aplikasi bantu ini anda bisa membuka halaman berikut http://www.mikrotik.co.id/test_tower.php

Untuk malakukan ujicoba menghitung ketinggian antenna, kita bisa gunakan contoh kasus sebelumya yaitu untuk frekuensi yang di gunakan adalah 2412, jarak antara perangkat wireless yang akan di hubungkan adalah 3 Km, dan tinggi penghalang rata-rata adalah 10m.

Hitung Tower

Terlihat dari hasil perhitungan yang di dapatkan untuk tinggi antenna minimum yang disarankan adalah 17,9 meter.

Apabila ketinggian tower yang digunakan kurang , otomatis area fresnel zone (area rambat signal) terhalang, nanti diimplementasi bisa mengalami kendala signal bagus tetapi data yang lewat (throughput) tidak bisa maximal.

Dari dua aplikasi tersebut bisa menjadi langkah awal anda sebelum mulai membangun infrastruktur wireless di jaringan anda. Tetapi yang perlu diperhatikan adalah kedua aplikasi tersebut hanya perhitungan secara teoritis dalam kondisi normal. Masih banyak faktor-faktor external yang bisa mengakibatkan tidak maximalnya kinerja wireless kita yang tidak bisa dimasukkan kedalam perhitungan, misalnya interferensi, cuaca, medan elektromagnetik dan sebagainya.

Catatan :

1. Penggunaan routerboard seri apapun (RB4xx, RB8xx, RB7xx dsb) tidak mempengaruhi jarak wireless, tetapi dari card wireless serta gain antenna yang akan digunakan.

2. Biasakan membaca datasheet untuk perangkat yang akan anda gunakan, karena dari datasheet tersebut anda bisa mengetahui detail fitur kemampuan perangkat tersebut.