Tag

, ,


Sebelumnya, kami pernah memberikan contoh bagaimana melakukan konfigurasi dasar Mikrotik melalui Winbox, yang bisa dibaca di Konfigurasi Dasar Mikrotik.

Selain menggunakan Menu pada winbox, Mikrotik juga menyediakan menu Setup pada Command Line Interface yang dapat digunakan untuk melakukan setting dasar pada Mikrotik.

Untuk mengakses menu ini, bisa dilakukan dengan mengetikkan command “Setup” .

Ada beberapa konfigurasi dasar yang dapat dilakukan pada menu Setup, seperti DHCP Server & Client, IP Address, Default Gateway, PPPoE Client, PPTP Client, serta bisa juga digunakan untuk reset semua konfigurasi router.

Pada saat perintah setup dipanggil, maka secara otomatis Router berada dalam Safe Mode. Artinya konfigurasi yang dilakukan hanya akan disimpan sementara. Jika konfigurasi tersebut menyebabkan Router error, maka safe mode akan menghapus konfigurasi yang dibuat dan mengembalikan Router pada konfigurasi sebelumnya.

Jika konfigurasi benar dan akan dilakukan penyimpanan, bisa keluar dari menu Setup dengan tombol CTRL+X. Selengkapnya dapat dilihat pada artikel Safe Mode.

Sebagai contoh kita akan melakukan konfigurasi DHCP Client melalui menu Setup.

Maka, secara otomatis jika dilihat melalui menu pada Winbox , DHCP Client akan muncul. Untuk semua rule yang di-config melalui menu Setup, akan terdapat comment “added by setup”.

Jika setting ini tidak akan disimpan, gunakan CTRL+C untuk keluar dari menu Setup

Contoh lain, misalnya untuk distribusi pemasangan IP ke arah client akan menggunakan metode DHCP, sehingga diperlukan DHCP Server pada Router.

Jika setting ini ingin disimpan, bisa menggunakan tombol CTRL+X . Perintah CTRL+X digunakan untuk keluar dari menu setup sekaligus melepas (release) Safe Mode Router.
Akan tetapi hati-hati, walaupun Router dalam keadaan Safe Mode, pilihan Reset All Routers Configuration akan menghapus semua konfigurasi kecuali User & Password untuk LogIn ke Router.