gadget3gJakarta – Layanan seluler dan internet telah berkonvergensi menjadi mobile wireless internet broadband. Tentunya, hal ini didasari kebutuhan pengguna yang punya mobilitas tinggi, namun tetap ingin bisa mengakses internet di mana pun ia berada.

Itu sebabnya, operator seluler terus berlomba-lomba memperkuat infrastruktur jaringannya agar mampu melayani akses data pita lebar. Baik itu 2G (GPRS, EDGE), 3G (HSDPA, HSUPA, HSPA) maupun 4G (LTE) nantinya.

Telkomsel, misalnya. operator seluler ini bisa dibilang paling ngotot untuk menjadi nomor satu dalam hal ini. Dia pula yang berani duluan tanpa pikir panjang mengajukan
frekuensi second carrier 3G di saat operator lain masih wait and see menunggu harga lisensi tambahan itu turun dari angka Rp 160 miliar.

“Sampai sekarang kami belum terima invoice untuk penambahan frekuensi 3G yang kami ajukan. Kami sih inginnya cepat-cepat supaya bisa langsung memperkuat akses data broadband kami,” kata VP Channel Management Telkomsel, Gideon Edie Purnomo, usai peluncuran paket bundling modem 3G Telkomsel di Hotel Mulia, Jakarta, Kamis malam (27/8/2009)

Wajar saja jika Telkomsel sudah tak sabar. Potensi pengguna akses data di Indonesia sedemikian besar. Dari 78 juta pelanggan yang dimilikinya saat ini, delapan jutanya
merupakan pelanggan data aktif. Dan satu juta di antaranya menggunakan modem mobile broandband 3G untuk mengakses data.

“Pada tahun 2010 nanti, dari 150 juta pelanggan seluler dan 35 juta pengguna internet, potensi pengguna yang mengakses melalui mobile broadband akan mencapai lima juta di akhir tahunnya. Tentunya kami tak ingin melewatkan kesempatan emas itu,” kata Gideon.

Telkomsel yang setiap bulannya rata-rata meraih 1,7 juta pelanggan, berhasil menuai pertumbuhan pelanggan mobile broadband 400-500% dibanding tahun lalu. Dari sekitar 200 ribu pelanggan di akhir 2008, kini di pertengahan 2009 pelanggan mobile broadband Telkomsel sudah mencapai satu juta. “Akhir tahun nanti kami target jadi dua juta pelanggan.”