hacker(abcnews)150Jakarta – Akhir pekan lalu bisa dibilang hari yang cukup bersejarah bagi internet Indonesia. Sebab, Indonesia resmi bergabung dengan International Internet Threat Monitoring Tsubame Project yang berpusat di Jepang.

Dijelaskan IGN Mantra, Senior Keamanan Jaringan dan Pemantau Trafik Internet ID-SIRTII, Tsubame Project ini dikomandani oleh Japan-CERT dan beranggotakan lebih dari 30 CERT di benua Asia.

Tsubame adalah nama sebuah burung yang berada di daratan Jepang, mirip dengan burung walet di Indonesia. Burung ini adalah simbol bagi proyek ini untuk melakukan koordinasi ancaman internet yang terjadi di benua Asia.

“Karena serangan internet ini setiap hari semakin naik, Jepang berinisiatif untuk berkoordinasi bersama negara-negara CERT yang lain dalam menangani ancaman serangan internet,” ujarnya kepada detikINET, Senin (24/8/2009).

Dengan adanya Tsubame Project ini, diharapkan ancaman serangan internet dapat dikurangi dengan memperkuat pertahanan cyber di masing-masing negara. Sebagai contoh, Tsubame Project akan menampilkan berbagai macam model serangan dari setiap negara baik dalam bentuk grafik dan angka, TCP/IP dan ICMP yang paling sering digunakan hacker sebagai sasaran akan tampak dengan jelas dalam monitoring ancaman internet ini.

Sebagai Pionir untuk implementasi Tsubame Project ini adalah Bizznet Networks beserta ID-SIRTII untuk bersama-sama memonitor jaringan internet Indonesia yang ada di Bizznet, baik keluar/masuk ke Indonesia akan dapat diketahui berbagai macam ancaman serangan internet tersebut.

“Karena masih ujicoba, perlu mempelajari lebih jauh apa saja yang ada dalam features Tsubame Application ini,” kata Andre Ludya Hiap, Corporate Secretary, Bizznet Networks.

Serangan internet yang ada di Bizznet sendiri kurang lebih sekitar 200 ribu macam serangan setiap harinya. Dengan bergabungnya Bizznet Networks dalam Tsubame Project ini maka diharapkan ISP-ISP lain yang ada di Indonesia akan bergabung juga untuk dapat saling berkoordinasi di dalam menangani dan menurunkan ancaman serangan internet baik yang masuk dan keluar dari Indonesia, pungkas Mantra.