palu-pengadilanJakarta – Setelah Microsoft-Yahoo bersekutu untuk menggempur Google di pasar mesin pencari, kini kedua perusahaan itu beserta Amazon berencana untuk bergabung dengan sebuah koalisi yang akan menjegal layanan Google Book Search.

Sebelumnya Google menjalin kesepakatan dengan sejumlah penulis dan penerbit buku untuk layanan Google Book Search. Kesepakatan ini ternyata mengundang reaksi negatif dari sejumlah pihak. Sebuah koalisi untuk menentang kesepakatan ini pun dibentuk oleh Internet Archive.

Microsoft, Yahoo dan Amazon pun kepincut untuk melebur dalam koalisi bernama Open Book Alliance tersebut. Koalisi ini menilai kesepakatan Google dengan penulis dan penerbit buku itu antikompetitif. Mereka berencana membawa masalah ini ke pengadilan dan Departemen Kehakiman Amerika Serikat.

Dikutip detikINET dari Computerworld, Jumat (21/8/2009), sejumlah asosiasi perpustakaan dan kelompok penulis buku juga berencana memperkuat koalisi tersebut.

Ini bukan kali pertama layanan Google Book Search tersandung masalah. Di tahun 2005, Authors Guild and the Association of American Publishers pernah menggugat Google atas tudingan melanggar hak cipta. Pihak pengadilan didesak untuk menghentikan penyalinan Google terhadap buku-buku yang dinilai akan merugikan penulis dan penerbit

Di satu sisi, digitalisasi buku-buku yang dilakukan Google ini dapat membantu penulis melariskan penjualan buku dan memudahkan pembaca untuk mengakses buku-buku. Namun, pihak yang menentang, menilai bahwa kesepakatan Google dengan penulis buku dan penerbit dapat membatasi kompetisi di ranah buku digital.