mnuhJakarta – Menteri Komunikasi dan Informatika, Mohammad Nuh, menegaskan tak akan ada tenggat waktu tambahan bagi Research In Motion (RIM) dalam membuat service center untuk BlackBerry. Tenggat 26 Agustus akan diberlakukan dengan tegas.

Hal itu dikemukakan Nuh saat ditemui usai acara pidato kenegaraan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di hadapan Dewan Perwakilan Daerah di Gedung Nusantara DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (19/8/2009). “Tetap, pokoknya selama memenuhi tanggal itu (26 Agustus-red),” kata Nuh.

Dikatakannya, jika sampai tanggal 26 Agustus 2009 pihak RIM belum memenuhi komitmennya maka pihaknya dengan tegas tidak akan memberikan tenggat waktu lagi bagi sertifikasi izin beredar BlackBerry. Sehingga, bisa dipastikan, BlackBerry benar-benar akan dibekukan sertifikasi izin edarnya jika tak memenuhi tenggat.

Namun kata M. Nuh sampai saat ini pihak RIM tetap berkomitmen memenuhinya sebelum tanggal 26 Agustus 2009. “Kita tunggu sampai tanggal 26 Agustus, kalau nggak ya kita tutup,” ia menambahkan.

Selain service center, RIM juga diwajibkan menyediakan buku panduan dengan berbahasa indonesia. Hal itu sesuai Peraturan Menteri Perdagangan No 19 tahun 2009 mengenai ketentuan panduan buku garansi manual berbahasa Indonesia bagi produk elektronika dan telematika.