indosatJakarta – Indosat dan Telkom pada triwulan ketiga 2009 ini dijadwalkan segera merampungkan kerjasama bisnis konsorsium satelit. Tujuannya untuk mengisi slot orbit 150,5º Bujur Timur (BT) sekaligus menyelamatkannya agar tak lagi terlepas dari genggaman Indonesia.

Rencana kerjasama dalam bentuk konsorsium ini sejatinya sudah terlontar sejak satu-dua tahun lalu. Namun karena dua operator ini punya banyak urusan yang harus didahulukan, alhasil, konsorsium belum juga terlaksana sampai detik ini.

“Keterlambatan pembahasan ini dikarenakan kedua pihak masih sibuk dengan urusan masing-masing,” kata Group Head Satellite and Submarine Cable Indosat, Prastowo M Wibowo di sela peresmian gedung satelit Palapa di Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat, Jumat (14/8/2009).

“Kami di Indosat sibuk dengan persiapan peluncuran Palapa D. Sedangkan Telkom juga tengah menyiapkan peluncuran satelit Telkom-3. Belum lagi kami juga punya urusan di Palapa Ring. Jadi, pembahasan konsorsium satelit hanya tinggal menunggu waktu yang tepat,” jelasnya lebih lanjut.

Baik Indosat maupun Telkom, kata Prastowo, telah menyiapkan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) untuk kerja sama bisnis ke bisnis (B2B) dalam hal konstruksi satelit dan pengembangan bisnisnya secara bersama.

“Namun kami masih menunggu perkembangannya lagi. Sebab, kami juga membuka kesempatan untuk menambah partner, setidaknya dua, sehingga pembiayaannya juga jadi lebih ringan,” lanjut dia.

Jika konsorsium hanya diisi Telkom dan Indosat, maka share pembiayaan akan dibagi rata, fifthy-fifthy. Namun dengan masuknya mitra baru, beban yang dipikul Indosat akan jauh lebih ringan berhubung yang menjadi leader dalam konsorsium satelit ini adalah Telkom–dimana share-nya tetap yang terbesar.

“Bagi Indosat, slot orbit satelit ini akan difungsikan sebagai seluler backhaul dan komunikasi data, khususnya di remote area seperti untuk kebutuhan perusahaan minyak, gas, dan pertambangan,” pungkas Prastowo.