windowsbajakanJakarta – Windows bajakan yang beberapa tahun lalu banyak beredar, nampaknya kini sudah jarang sekali ditemui di berbagai bengkel PC. Benarkah masyarakat kita telah memiliki kesadaran hukum yang tinggi ?

Ketika detikINET menyambangi beberapa bengkel komputer di pusat perbelanjaan elektronik, yang terletak di kawasan Mangga Dua, hampir sebagian besar toko rakitan komputer ‘ogah’ lagi menjual Windows bajakan.

Sebagin besar dari mereka mengaku sangat berisiko, jika menyediakan atau memasangkan OS bajakan besutan Microsoft tersebut. “Kita tidak mau mengambil risiko. Semua OS Windows yang kita pasangkan original,” ucap seorang pedagang PC rakitan, di lantai 3, mangga Dua Mall, Jakarta kepada detikINET, Rabu (12/8/2009). “Kalau kena razia, bisa rugi Rp 50 juta. Mending pakai yang original saja,” tambahnya.

Saat mengunjungi toko lain, kebanyakan dari mereka juga mengungkapkan hal senada. “Kita ngga mau memasangkan software OS Windows bajakan, risikonya berat. Penjual dan pembeli bisa didenda Rp 50 juta,” ujar penjual yang lain, di lantai 4 Mangga Dua Mall, kepada detikINET.

Ia pun mengatakan bahwa kini sudah jarang sekali penjual yang mau memasangkan Windows bajakan. Kalaupun ada, biayanya relatif mahal, yakni sekitar Rp 250 ribu, hanya untuk sebuah OS bajakan.

Jika hal ini terus terjadi, bukan tak mungkin Indonesia bisa menyusul China yang sukses menangani OS bajakan. Berdasar data lembaga riset IDC, dalam kurun waktu lima tahun terakhir, Negeri Tirai Bambu itu mampu menurunkan persentase pembajakan hingga 10 poin. Yakni dari 95 persen di 2004 menjadi 90 persen di 2008.