International_BackboneJakarta – Pemerintah sudah bertekad agar Indonesia memiliki international backbone mandiri. Biaya pembuatannya mulai dari Rp 2 triliun hingga Rp 15 triliun. Backbone internet internasional adalah koneksi internet berkapasitas besar yang berfungsi sebagai ‘pipa utama’ lalu lintas internet internasional. Selama ini Indonesia dianggap masih bergantung pada Singapura untuk keperluan tersebut. Dirjen Postel Basuki Yusuf Iskandar mengatakan belum ada kepastian seperti apa desain backbone tersebut. Satu hal yang bisa menjadi rujukan adalah ‘Palapa O2 Ring’, yaitu infrastruktur serat optik yang juga menghubungkan seluruh Indonesia. Besaran investasi yang diperlukan pun belum pasti “Tergantung teknologi, kalau seperti Palapa O2 Ring itu Rp 10-15 triliun. Kalau pakai fibre optic bisa jadi Rp 2-3 triliun untuk sampai ke Hong Kong,” ujar Basuki seusai acara penyerahan dana SMS 5000 dari Grup Telkom ke Palang Merah Indonesia, di Departemen Komunikasi dan Informatika, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Senin (05/06/2006). Pengadaan infrastruktur tersebut akan dilakukan bersama-sama antara Pemerintah dan Swasta. Basuki pun tidak menutup kemungkinan ada bentuk konsorsium di belakangnya. Untuk membahas hal ini, pemerintah telah membentuk gugus tugas yang mengikutsertakan unsur pemerintah, operator telekomunikasi dan asosiasi-asosiasi. Ini termasuk Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) dan Asosiasi Satelit Indonesia (ASSI)