tux150Jakarta – PT Samudera Indonesia menjadi salah satu perusahaan yang memiliki komitmen tinggi dalam pemanfaatan software Open Source. Komitmen ini dibawa sampai jajaran direksinya. Bahkan ketika ada meeting dan ada suara software proprietary yang dipakai salah satu jajaran direksi, maka ia diminta keluar dan tak boleh ikut rapat.

Demikian dikatakan Chief Information & System Technology PT Samudera Indonesia, Denny Ganjar Purnama ketika berbicara dalam Seminar Nasional Pemanfaatan Open Source (POSS) dam IGOS Centre Success Story di Gedung BPPT, Rabu (22/7/2009).

Ia menjelaskan, jajaran Board of Directors PT Samudera Indonesia setiap bulan memiliki agenda rapat rutin. “Nah, kalau suara yang keluar dari salah satu laptop dari direksi itu dededeng (OS Windows-red.), maka silakan keluar dulu. Itu memang komitmen BoD kami,” tutur Denny.

PT Samudera Indonesia, diungkapkan ia, telah sejak 2002 mencicipi Open Source. Perusahaan ini pun telah mengakui bahwa dengan menggunakan software bersistem terbuka itu mereka mampu menghemat anggaran hingga miliaran rupiah.

“Pada 2008 misalnya, untuk pembelian software dengan Open Source kami mengeluarkan dana sekitar Rp 3,2 miliar, namun kalau pakai proprietary bisa membengkak hingga 14 miliar. Jadi dengan Open Source kita bisa menghemat Rp 11 miliar,” tukas Denny.

Pun demikian, software proprietary masih belum bisa dilepaskan dari Samudera Indonesia. Dengan 1857 PC yang mereka gunakan, sekitar 86,38% di antaranya menggunakan OS Linux Mandriva dan Ubuntu, sedangkan 13,63% masih mengandalkan Windows.

“Tapi itu hanya di beberapa bagian, di marketing misalnya. Dan untuk pembelian laptop di tempat kami pun tak bisa sembarangan, harus di-acc CEO,” pungkasnya.