aylvia150Yogyakarta – Seiring hampir berakhirnya proses pemilihan presiden, presiden terpilih bakal disibukkan menyusun kabinet baru. Salah satu pos penting yang cukup laris jadi bahan perbincangan akhir-akhir ini adalah posisi Menkominfo.

Bagaimana kira-kira harapan APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia) mengenai sosok Menkominfo di kabinet mendatang?

“Yang pasti jika kinerjanya tidak lebih baik dari yang sekarang, tidak usah diganti saja,” demikian harapan singkat yang keluar dari ketua umum APJII, Sylvia W. Sumarlin di sela perhelatan Munas APJII di Yogyakarta.

Sylvia menerangkan Menkominfo periode sebelumnya meski punya kekurangan juga mempunyai berbagai kelebihan tersendiri sehingga penerusnya juga seharusnya tak kalah greng.

Misalnya dalam era kepemimpinan Sofyan Djalil, inisiatif yang menonjol adalah kesuksesan Indonesia meraih posisi tuan rumah Apricot (Asia Pacific Regional Internet Conference on Operational Technologies) yang bergengsi.

Sedangkan era Muhammad Nuh diakui terjadi beberapa kebijakan yang kontroversial. Misalnya saat terjadi pemblokiran sejumlah situs terkait peredaran film Fitna. Namun di sisi lain, kasus tersebut malah membuat popularitas dunia TI jadi melonjak.

“Di satu sisi ada imbas pemblokiran itu, namun di sisi lain masyarakat semakin kenal dengan TI, ” pungkas Sylvia.