komptumpuk285Yogyakarta – Industri internet di Indonesia kian berkembang. Namun diakui, perkembangan tersebut belum sepenuhnya dapat dinikmati penyelenggara jasa internet Indonesia. Bahkan sebagian anggota yang tergabung dalam Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) terpaksa gulung tikar.

“Selain soal infrastruktur dan mahalnya biaya, masih minimnya penetrasi komputer di masyarakat turut jadi faktor mengapa ada penyelenggara jasa internet Indonesia sulit berkembang,” tutur Slvia W. Sumarlin, Ketua Umum APJII di Yogyakarta, Rabu (22/7/2009).

APJII sendiri sedang menyelenggarakan musyawarah nasional mulai hari ini sampai Jumat mendatang di hotel Melia Purosani, Yogyakarta. Munas dimaksudkan untuk menentukan susunan kepengurusan baru APJII periode 2009-2012.

Masih soal kembang kempisnya penyelenggara jasa internet Indonesia, Slvia menambahkan kalau kasus semacam itu biasanya terjadi pada pelaku di daerah. Hal ini karena di daerah, penyelenggara harus mengeluarkan banyak biaya untuk sambungan ke Jakarta.

Minimnya akses komputer yang digunakan masyarakat juga jadi masalah tersendiri. Sebab dengan minimnya akses komputer yang menurut data baru sekitar 6 juta di Indonesia, dengan sendirinya membuat akses internet juga masih relatif terbatas.

ISP Ilegal Menjamur

Di sisi lain, Gana Arditya Mulya selaku Humas dari penelenggara jasa internet Jogja Media Net (JMN) menyoroti benyaknya ISP ilegal. Rupanya banyak ISP yang tidak berizin dan tidak terdaftar di APJII turut beroperasi di berbagai daerah.

“Misalnya di Yogya banyaknya konsumen internet mendorong banyaknya ISP ilegal. Padahal dengan biaya yang lebih murah, mereka bisa menyedot pendapatan penyelengara jasa internet resmi,” jelasnya dalam kesempatan yang sama.