iphone_japan(Ist)150Jakarta – Awan hitam yang menyelimuti perekonomian dunia, ternyata tak berlaku bagi Apple. Buktinya, pada kuartal ketiga ini, mereka sukses membukukan penjualan yang mereka klaim sebagai yang terbaik dalam sejarah Apple, di luar kuartal Natal.

Macintosh dan iPhone, dua produk inilah yang disebut-sebut sebagai tambang uang bagi Apple. Macintosh, seperti kuartal sebelumnya, masih menjadi ujung tombak perusahaan dengan pendapatan yang naik 4 persen dengan total penjualan sistemnya sebesar 2,6 juta unit.

Penjualan ini terbilang sukses, mengingat situasi di lapangan kurang bersahabat, di mana pasar PC mengalami penurunan sebesar 10 persen, kalah dengan pasar laptop yang mengalami kenaikan 13 persen.

Sedangkan untuk iPhone, Apple membukukan, unit-unitnya terjual 6 kali lipat lebih banyak dibandingkan tahun lalu, untuk kuartal yang sama. Kelahiran model iPhone 3G S dan update software iPhone 3.0 memegang peranan besar dalam penjualan yang mencapai 5,2 juta handset ini.

“Respon pada iPhone 3G S baru kami sangatlah besar,” ujar Peter Oppenheimer, CFO Apple. “Ini adalah kuartal yang sangat sibuk dalam rangka pengenalan produk baru, dan konsumen telah merespon dengan antusias,” tambahnya.

Namun, sayangnya keperkasaan Mac dan iPhone tidak diikuti oleh produk Apple yang lain, yakni iPod. Penjualannya justru loyo, yakni turun 7 persen dibanding tahun lalu.

Dikatakan oleh Oppenheimer, hal tersebut sudah diprediksi sebelumnya, oleh karena itu mereka membuat pengembangan terhadap iPhone dan iPod Touch.

Namun melempem-nya performa iPod ini sepertinya tidak terlalu berarti pada laba Apple. Secara keseluruhan, perusahaan ini telah meraup keuntungan sebesar US$1,23 miliar, demikian dikutip detikINET dari V3, Rabu (22/7/2009).