hacker(abcnews)200Jakarta – Indonesia mendapat bala bantuan dari Jepang dalam mempersiapkan pertahanan cybernya. Bantuan tersebut diberikan gratis dalam bentuk Training Secure Programming dari Japan Computer Emergency & Response Team/Coodination Center (Japan CERT).

MoU antar kedua negara dilakukan ketika delegasi Jepang berkunjung ke Indonesia dan diwakili oleh Deputi Director JP-CERT, Keisuke Kamata hari Selasa (14/7/2009). Sementara dari pihak Indonesia diwakili Ketua ID-SIRTII Eko Indrajit.

IGN Mantra, Analis Senior Keamanan Jaringan dan Pemantau Trafik Internet ID-SIRTII mengatakan, pelatihan gratis ini berupa Secure Programming C/C++, baik aplikasi maupun tips dan triknya. Instruktur yang diterjunkan langsung diimpor dari Jepang.

“Training akan diadakan di Jakarta dan peserta yang diharapkan adalah memiliki latar belakang programming C/C++, baik profesional atau mahasiswa, tujuannya adalah memperkuat pertahanan cyber internet Indonesia,” lanjutnya kepada detikINET, Rabu (17/7/2009).

Ditambahkan Eko, latar belakang pelatihan gratis ini karena melihat begitu besarnya serangan internet ke Indonesia. “Siapa lagi yang dapat membuat pertahanan cyber ini kalau tidak generasi mudanya yang melek teknologi informasi, jadi diharapkan dapat mengejar India yang sangat fokus untuk mengembangkan industri teknologi informasinya,” jelasnya.

Lantaran jumlah kursi untuk pelatihan yang rencananya digelar pada Oktober ini tidak banyak, maka ID-SIRTII akan melakukan seleksi kepada para peserta. “Sebab, bila tidak diseleksi kemungkinan besar akan sangat banyak pesertanya dan menyulitkan sisi administrasinya,” pungkas Mantra.